RESENSI BUKU
Mungkin banyak buku telah ditulis tentang mentoring atau pemuridan tetapi buku yang satu ini memaparkan tentang mentoring secara lugas, komprhensif dan disertai dengan contoh-contoh yang aflikatif. Tidak hanya itu penulis buku ini Togi Simanjuntak. S,Sos, MA mengalami sendiri proses pementoran sejak dari usia belia sampai kini ia telah menjadi hamba Tuhan. Ia tidak hanya dimentor tapi juga kembali mementor banyak orang dan dari antara mereka telah menjadi pemimpin masa depan (Emerging Leaders) yang Tuhan bangkitkan di setiap segi kehidupan.
Ide penulisan buku ini sebenarnya diawali dimana takala penulis membawakan training mentoring di Gereja-gereja, sekolah Teologia, lembaga-lembaga pelayanan, persekutuan-persekutuan mahasiswa, kantor (market place), dsb, dimana para peserta training umumnya meminta bahan-bahan yang sudah dipaparkan dalam bentuk baku. Maka untuk memenuhi permintaan tersebut penulis kemudian memiliki dorongan dan motivasi untuk membukukan modul training mentoring yang selama ini ia ajarkan dalam sebuah buku. Dalam buku ini penulis tidak hanya berteori tapi menuliskan praktek mentoring atau pemuridan yang ia telah jalani dengan sungguh-sungguh dan penuh dengan ketekunan. Betapa tidak dalam bagian testimony di halaman terahkir dalam buku ini, anak-anak mentoring nya (Mentee) banyak bersaksi tentang bagaimana Togi Simanjuntak sebagai penulis buku ini telah mementor mereka rata-rata diatas 5 tahun bahkan ada yang ia mentor atau muridkan selama 16 tahun. Sungguh hal tersebut menunjukkan bahwa ia seorang mentor sejati yang tekun dan fokus pada manusia (people oriented) dan itu pula yang ditegaskan oleh banyak tokoh yang turut memberikan rekomendasi terhadap buku ini.
Buku yang dicetak oleh penerbit Metanoia ini berisikan 9 Bab dengan kata pengantar yang ditulis oleh Iman Santoso Ph.D, selaku Pembina TCI (Transformation Connection Indonesia) dan Ketua SEAPC (South East Asia Prayer Council). Diawali dengan Pengertian Mentoring, di bab 1 penulis ingin memberikan persfektif yang otentik dan benar kepada setiap pembacanya tentang arti kata dan sejarah mentoring sehingga tidak mengalami pembiasan dan banyak penafsiran. Di bab 2 dari pengertian mentoring itu sendiri penulis kemudian membandingkannya dengan praktek mentoring yang dilakukan oleh banyak tokoh dalam alkitab, bahwa ternyata sebenarnya tidak ada perbedaan antara mentoring dengan pemuridan dimana kedua-duanya memiliki kesamaan sama-sama menjalankan fungsi kepemimpinan, pembinaan dan bimbingan. Perbedaannya hanya terdapat dalam istilah nya saja. Kemudian di bab 3, penulis menjelaskan dengan sangat menarik dan clear bahwa mentoring itu adalah sebuah pemuridan moderen dan inti dari mentoring atau pemuridan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus adalah Teaching, Coaching serta Fathering (three in one) yang satu sama lain terkait dan tidak bisa dipisahkan. Di bab ini para pembaca akan mendapat pengertian yang benar tentang perbedaan coaching dan mentoring. Bab 4 semakin menarik untuk dibaca dibagian ini penulis memberikan gambaran secara jelas dan sederhana apa yang dilakukan dalam mentoring atau pemuridan yaitu dengan melakukan 7 aktifitas atau momentum rohani dalam setiap pertemuannya dan hal itu diaplikasikan oleh penulis secara alkitabiah dengan model pementoran yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada Petrus.
Bab 5 memberikan penekan pada setiap pembacanya tentang pentingnya mentoring atau pemuridan itu khususnya dalam rangka tuaian raya yang sedang dan akan terjadi, mengapa gereja perlu menerapkan mentoring atau pemuridan dan mengapa setiap orang kristen harus dimentor dan mementor. Bab 6 melukiskan bagaimana sebenarnya kualifikasi yang harus dimiliki oleh seorang mentor yang sejati itu? Kemudian juga sebaliknya di bab 7 para pembaca akan mengetahui apa sebenarnya kualifikasi yang harus dimiliki oleh seorang mentee (orang yang dimentor) ? Bab 8 dengan sangat baik penulis memberikan kiat-kiat untuk melangkah dalm mempraktekkan pementoran secara praktis dan alkitabiah. Dalam bagian ini mungkin baru pertama kalinya sebuah buku tentang mentoring atau pemuridan dapat menjelaskan pada pembacanya bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memulai sebuah mentoring atau pemuridan karena sekali lagi dalam buku ini, penulis bukanya hanya berteori tapi sudah benar-benar melakukannya (walk the talk).
Dalam bab 9, bab terakhir penulis secara detail dan inspiratif menjelaskan tentang pelayanan youth (anak muda), yakni tentang bagaimana seharusnya menjangkau dan melayani youth itu? Masalah-masalah yang dihadapi oleh youth masakini, pentingnya mentoring atau pemuridan itu dilakukan terhadap diri anak muda dan juga kesaksian tokoh-tokoh anak muda kristen yang saat ini berpengaruh didunia.
Hal tersebut didasari oleh beban yang dimiliki penulis dalam pelayanan generasi sejak tahun 1985 saat penulis berada di bangku SMA sampai saat ini. Di bab ini juga penulis ingin menyuarakan kepada para pembacanya bahwa anak muda atau youth itu tidak cukup hanya diberikan pemulihan lewat kebaktian kebangunan rohani (KKR) khotbah-khotbah mimbar, retreat atau camp motivasi, dsb melainkan harus mendapatkan follow up lewat mentoring atau pemuridan sehingga secara utuh mereka dapat menjadi murid Kristus yang sejati dan dapat dicetak menjadi para pemimpin muda yang akan dibangkitkan (Emerging Leaders) sebagai motor penggerak bagi tercapainya ‘transformasi’ bangsa Indonesia.
Buku ini disarankan dan wajib untuk dibaca serta dipelajari oleh :
Para pemimpin rohani, Pendeta atau Gembala Sidang, pemimpin dan pengurus maupun anggota komunitas sel, pembina, pengurus ataupun aktivis pelayanan kaum muda dan remaja (youth), Guru-guru Sekolah Minggu, para pendidik yakni guru-guru maupun dosen, orang-orang kristen yang bekerja sebagai karyawan atau profesional, pelaku usaha, bisnis (market place) dan bagi setiap orang kristen yang hidupnya tidak ingin biasa-biasa saja tapi ingin berbuah dan bermultiplikasi secara rohani.

pesan donk bukunya bang 1...
BalasHapus